Selasa, 30 September 2014
Home » Americas, Headline » Mantan Tentara Amerika yang Membunuh Syaikh Usamah Bin Ladin Berubah Jadi Banci

Mantan Tentara Amerika yang Membunuh Syaikh Usamah Bin Ladin Berubah Jadi Banci

  KOMPASISLAM -Mantan ketua pasukan khusus angkatan laut Amerika Serikat SEAL dan salah satu pembunuh pemimpin Al Qaidah Usamah Bin Ladin, Chris Beck kini mengubah kelaminnya jadi perempuan. Dia menceritakan pengalaman hidupnya itu dalam sebuah buku.  Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (4/6), Beck juga berganti nama jadi Kristen. Dua dekade dia bergabung dalam SEAL 6 dan menjadi salah satu anggota paling dihormati serta ditakuti.  Dia juga mendapatkan pelbagai penghargaan bidang militer. Meski garang, di sisi lain ternyata Beck menyimpan keinginan menjadi perempuan. Dia nyaman sebagai kaum hawa secara mental dan emosional.  Bersama penulis buku Anne Speckhard, Beck menceritakan secara gamblang keinginannya menjadi perempuan sejak dia kecil. "Dia merasa itu identitasnya," ujar Speckhard.  Puluhan tahun Beck bertempur di Irak dan Afghanistan, juga bertempur dalam dirinya apakah tetap menjadi lelaki atau akhirnya memilih jadi wanita.   Beck kini pensiun dari SEAL dan memutuskan untuk menjadi pegiat serta pembicara di publik soal perang. Kegiatannya kini berkebun di rumahnya di Negara Bagian Florida serta memulai jadi warga sipil.  "Duduk di taman belakang dekat kolam ikan di rumahku, aku tidak lagi merasa marah, kacau, dan depresi. Aku merasa damai," Ujar Beck.KOMPASISLAM -Mantan ketua pasukan khusus angkatan laut Amerika Serikat SEAL dan salah satu pembunuh pemimpin Al Qaidah Usamah Bin Ladin, Chris Beck kini mengubah kelaminnya jadi perempuan. Dia menceritakan pengalaman hidupnya itu dalam sebuah buku.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (4/6), Beck juga berganti nama jadi Kristen. Dua dekade dia bergabung dalam SEAL 6 dan menjadi salah satu anggota paling dihormati serta ditakuti.

Dia juga mendapatkan pelbagai penghargaan bidang militer. Meski garang, di sisi lain ternyata Beck menyimpan keinginan menjadi perempuan. Dia nyaman sebagai kaum hawa secara mental dan emosional.

Bersama penulis buku Anne Speckhard, Beck menceritakan secara gamblang keinginannya menjadi perempuan sejak dia kecil. “Dia merasa itu identitasnya,” ujar Speckhard.

Puluhan tahun Beck bertempur di Irak dan Afghanistan, juga bertempur dalam dirinya apakah tetap menjadi lelaki atau akhirnya memilih jadi wanita.

Beck kini pensiun dari SEAL dan memutuskan untuk menjadi pegiat serta pembicara di publik soal perang. Kegiatannya kini berkebun di rumahnya di Negara Bagian Florida serta memulai jadi warga sipil.

“Duduk di taman belakang dekat kolam ikan di rumahku, aku tidak lagi merasa marah, kacau, dan depresi. Aku merasa damai,” Ujar Beck.

Kirimkan berita/foto/suara anda ke redaksi@kompasislam.com atau kompasislam@gmail.com. Kerjasama dan informasi pemasangan Iklan : kompasislam@gmail.com.